Lagu Optimisme Membuka Een Sukaesih Award
Mei 15, 2017
Terima Kasih Ibu Een
Mei 15, 2017

‘Kita Masih Memerlukan Guru’

INILAH, Bandung – Era globalisasi saat ini menjadikan siapapun mudah mengakses ilmu dan informasi. Namun tetap saja, sampai kapan pun, peran guru akan dibutuhkan dalam peradaban manusia.

Direktur INILAH KORAN Gilang Mahesa mengatakan, meskipun saat ini anak-anak mudah mendapatkan ilmu dari internet, namun tetap, sosok guru sangatlah diperlukan untuk membangun karakter peserta didik.

“Pada momentum Hardiknas ada sebuah tulisan, apakah kita masih memerlukan guru? Ketika anak-anak lebih bertanya pada google. Bahkan di Amerika, orang lebih banyak belajar pada internet,” kata Gilang, saat memberikan sambutan Een Sukaesih Award tahun 2016, di Aula Barat Gedung Sate Povinsi Jawa Barat, Senin (9/5/2016).

Hadir dalam anugerah guru inspiratif itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wali Kota Cimahi Atty Suharti, Bupati Garut Rudi Gunawan, keluarga dan murid dari almarhumah Een Sukaesih, dan 40 nomine guru inspiratif beserta keluarganya tampak hadir di acara tersebut.

Dikatakan Gilang, peranan guru tetaplah diperlukan dalam pendidikan. Karena gurulah, yang karakter, budi pekerti dan jiwa bisa tertanam dalam sanubari.

“Ilmu tanpa budi adalah kekeringan. Ilmu tanpa jiwa hanya melahirkan kekeringan. Jiwa didapat manakala berintersksi dengan guru atau pendidik,” tegasnya.

Untuk itulah, pihaknya sengaja menggagas sebuah event bersama Pemprov Jabar dan Bank BJB untuk menggelar event seperti ini. Harapannya, event seperti ini bisa kembali memunculkan ruh pendidikan.

“Pendidikan bukan hanya berbicara angka-angka 1-10. Pendidikan adalah sesuatu hal yang mewarnai jiwa seseorang,” katanya.

Ruh pendidikan itu bisa digenggam dengan peranan guru. “Guru yang mengakarkan kebaikan. Dia memberikan seberkas cahaya. Guru pula yang bisa mengantarkan seseorang agar bisa membedakan yang baik dan yang buruk,” ujarnya.

Sebagai upaya ikhtiar membangun pendidikan yang berkarakter itu, panitia mendapatkan 273 orang usulan. Mereka yang diusulkan ada guru-guru inspiratif yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat.

Meskipun kenyataannya, semangat membangun pendidikan ini bukan hanya diapresiasi oleh warga Jabar saja. Namun masyarakat lainnya di sejumlah penjuru nusantara pun turut mengapresiasi.

“Untuk mendapatkan penilaian, para guru ini bukan hanya dari Jawa Barat. Ada yang dari Jakarta, Padang, dan Makassar. Namun pada akhirnya, kami masih membatasi sementara di provinsi Jawa Barat,” katanya.

Dari 273 guru inspiratif yang diajukan, dewan juri dan tim adhoc akhirnya berhasil mendapatkan 40 orang yang masuk nomine.

40 tenaga pendidik yang tidak mengajukan dirinya ini telah melalui penilaian yang komprehensif. Bahkan, banyak guru yang tidak tahu bahwa dirinya diajukan dalam anugerah ini.

“Kita coba melihat dari 273 ini yang didaftarkan. Mereka adalah orang-orang yang memberikan efek baik di lingkungannya,” ujarnya.

Sejumlah kategori lengkap dirangkul oleh panitia. Mulai dari tenaga pendidik TK dan madrasah, SD, SMA, dan nominasi untuk sekolah nonformal.

Dengan tingginya antusiasme peserta dan kerja keras para dewan juri, pihaknya mengucap terima kasih. Karena mereka telah berjuang mencari saripati pendidikan.

“Saya harus mengucapkan terima kasih kepada dewan juri yang hadir, yang sangat berjuang. Menggali banyak informasi dan saripati yang dibawa nomine. Dewan juri telah bertempur dan beradu ide,” tandasnya. [hus]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *